TEGAL, Meski ribuan massa turut berbondong-bondong untuk menyaksikan jalannya reka ulang pembunuhan Dimiyati Rais (9), namun rekonstruksi yang digelar Polresta Tegal beserta jajarannya, Selasa (5/1), di lima lokasi tetap berjalan lancar dan aman. Dan ketatnya pengamanan yang dilakukan satuan tersebut mampu menciptakan suasana yang cukup kondusif. Dalam rekonstruksi terungkap bagaimana tersangka lakukan pembunuhan terhadap siswa klas 2 SD Muarareja II tersebut.
Dalam kondisi tangan tetap diborgol, tersangka Teguh Santoso (24), warga Jalan Blanak RT04/01, Kelurahan Tegal Sari, Kecamatan Tegal Barat, Kota Tegal, dengan lancar menunjukkan tempat dan proses pembunuhan itu terjadi.Diawali dengan menjemput Dimiyati di depan SD Muarareja II, tersangka berhasil membawa korban.
Korban yang diiming-imingi akan dibelikan mobil-mobilan remot oleh tersangka yang tidak lain adalah calon kakak iparnya, langsung mengiyakan ajakan tersebut, dan membonceng sepeda motor Shogun warna putih hitam bernomor G 5451 ME, yang dikendarai tersangka. Sebelum menuju Rita Mall, korban terlebih dulu pulang ke rumah untuk ganti pakaian, sedangkan tersangka menunggu di depan gang. Setelah itu tersangka langsung memboncengkan koraban ke arah barat, melalui jalan Sipelem menuju Rita Mall.
Namun, dengan alasan uang tidak cukup, tersangka batal membelikan mobil-mobilan seperti apa yang dijanjikan kepada korban. Kemudian tersangka mengajak korban keluar dari Rita Mall, menuju jalan Batam, tepatnya di tepian laut sebelah Utara Perumahan Nelayan Martoloyo. Sesampainya disana, tersangka menghentikan kendaraannya di sebuah gubug, dan membiarkan korban bermain dipinggir laut. Sepuluh menit kemudian, dengan berjalan kaki, tersangka menghampiri korban dan mengajak korban ke arah Timur, menuju areal tambak. Ditempat itulah tersangka mencekik korban kemudian melemparkan tubuh mungil tak berdosa itu ke sebuah tambak.
Kapolresta Tegal AKBP Drs Ahmad Husni melalui Kapolsekta Tegal Timur AKP Anggiat Siringo Ringo mengatakan, rekonstruksi dilakukan guna melengkapi berkas, dan pengawalan terhadap tersangka dilakukan superketat, agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. “Rekonstruksi ini untuk melengkapi berkas. Agar tidak terjadi amuk massa, kami memperketat pengawalan rekonstruksi,” kata Siringo Ringo. Vera/Arief.








