Solo - Pertandingan penentuan Piala Davis antara Indonesia vs Kuwait hari Minggu (8/3) yang sempat tertunda karena hujan akhirnya dimenangkan oleh Indonesia. Prima Simpatiaji petenis Tegal yang diturunkan menghadapi Muhammad Khaliq Siddiq. Pada saat pertandingan dihentikan, kedudukan sementara memasuki set ketiga. Set pertama dan set kedua Prima unggul 6-4 dan 6-1.
Pertandingan ini merupakan penentuan setelah kedudukan skor dua negara ini 2-2. Setelah Indonesia unggul 2-1 hingga hari kedua, Christopher harus menelan kekalahan pahit atas Muhammad Ghareeb dengan skor 5-7, 1-6, 6-2, 7-5(5) dan akhirnya kalah 3-6.
Pertandingan baru berlangsung tiga game di set ketiga, dengan kedudukan Prima unggul 2-1, namun hujan deras mengguyur. Karena tidak memungkinkan untuk dilanjutkan, akhirnya dihentikan untuk menunggu pengeringan lapangan.
Setelah menunggu beberapa waktu akhirnya pertandingan dilanjutkan, dan Prima berhasil memenangkan Indonesia dengan skor 6-2. Ini melengkapi kemenangan dua set sebelumnya 6-4, 6-0. Dengan kemenangan straight set ini, Prima berhasil menepis keraguan beberapa pihak karena sedang cedera lutut. Bahkan saat meeting sebelum pertandingan, dimungkinkan terjadi skor dua-dua, tidak ada pemain satupun yang berani. Akhirnya Prima yang berani untuk bermain, dan membuktikan bawa Prima tidak bermental dodol seperti yang Diko (manajer tim Davis Indonesia) sampaikan dibeberapa media beberapa waktu yang lalu.
Kepada tegalinfo, orang tua Prima Simpatiaji, Purnomo dan Murdiati menyampaikan ucapan terima kasih kepada warga Tegal yang telah ikut mendoakan Prima SA. “Alhamdullilah, Indonesia menang 3-2 melawan Kuwait, dan Prima menjadi penentu kemenangan Indonesia,” kata mereka, Minggu (8/3). (humas pp pelti/apj/tegalinfo)






