ARRUM JADI BINTANG, IRAWAN DI W.O.
Pemalang - Final pertandingan tenis nasional yunior Pemalang Open VI - 2009 yang berlangsung pada Sabtu (2/1) menyesakkan kubu Tegal. Betapa tidak Irawan yang diharapkan melakukan revans melawan Bagus Par-Par dari Bantul DIY, ternyata melakukan tindakan yang memalukan. Setelah berkali-kali terlambat datang ke tempat pertandingan, akhirnya pada saat final terlambat lagi, akhirnya di W.O. oleh referee, Wariman.
Sementara pada pertandingan sebelumnya di kelompok umur (KU) 12 putri, petenis harapan Tegal Arrum Damarsari dengan meyakinkan menang 8-2 melawan Faiza Munabari dari Jepara. Ini merupakan revans setelah tidak pernah menang terhadap lawannya. bermain dengan taktis memanfaatkan lebar lapangan betul-betul membuat lawan mati kutu Faiza yang lebih diunggulkan. "Ini merupakan kemenangan Arrum pertama atas Faiza, bahkan saat kalahpun Arrum kalah telak," kata Suroyo orangtua dari Arrum Damarsari. Keberhasilan ini juga melengkapi keberhasilannya di nomor ganda. Berpasangan dengan Faiza Munabari dari Jepara yang juga merupakan lawan di tunggalnya, Arrum dan Faizah menjadi juara dengan mengalahkan pasangan gado-gado Pati dan Kudus, Widha Rahmada P dan Hernanda Cholis dengan skor 83.
Pada KU 16 pi Laksmi Nuraningsih dari Tegal gagal tampil prima. Setelah pada quarterfinal melawan MP Setyorini dari Kudus menang dalam pertandingan yang panjang dan melelahkan yang berlangsung selama 3 jam 40 menit dengan skor 63 76 (7) 10-3. Bahkan pada semifinalpun saat melawan Siska dari BLT, Laksmi hampir saja retired, beruntung lawan justru yang kehabisan stamina sehingga menang 63 76(5). Bahkan pada saat finalpun Laksmi sempat mengalami perawatan akibat cedera. Kondisi tersebut memaksa Laksmi harus puas menjadi runner up karena kalah 64 63. Pada KU 16 putra Fahmi Seff yang menghadapi Deni Angga yang mempunyai power luar biasa dan forehand yang sangat istimewa betul-betul mengalami kerepotan. Set pertama kalah 62 dan set kedua menyerah dengan skor 64.
Menurut pelatih SPTC, Purnomo SH, "Dalam pertandingan begini atlet dituntut kemandirian, dimana mereka harus memenej dirinya sendiri, sementara official juga harus betul-betul mengontrol dan juga membekali mereka." Lebih lanjut Purnomo juga menyampaikan masukan atas manajemen pertandingan yang kurang kondusif buat para pemain. "Sepertinya pertandingan dipaksakan, bahkan berlangsung sampai malam," pungkasnya.
Hasil-hasil lainnya adalah :
Single KU 18 putra
1. Ekky Hamzah - DKI
2. Issadam Khusni - Kudus
3. Achmad Syauqi - Tegal
3. Steven AD - Tegal
Ganda KU 18 putra
1. Ekky Hamzah - DKI/Dede Setya Ramadhan - Tegal
2. Dwi Wijayanto - Tegal/Issadam Khusni - Kudus
Single 14 putri
1. Alif Nafi'ah - Dhamas Raya
2. Woyla Waluyo - DKI
3. Idhun Safa'ati - Pati
3. Devi Hasan - DKI
Single 12 putra
1. Iqbal Bilal Saputra - Dhamasraya
2. Hendrawan Susanto - Pekalongan
3. Anggi Ervia KA - Semarang
3. Bayu Ekha L - Kudus






