Tegal – Beberapa sekolah di Tegal menjadi sasaran marketing dari berbagai lembaga. Dengan berbagai dalih, mereka ‘memaksa’ menjual barang dagangannya seperti sprei ataupun kalender.
Hal ini diungkapkan beberapa guru yang tidak mau disebutkan identitasnya kepada tegalinfo Jum’at (20/3), “Tetapi bagaimana lagi mas, karena mereka bertanya tentang bangunan yang sedang dibangun, dari pada pusing, ya sudah kami kasih.”
Lebih lanjut mereka menyampaikan, bahwa yang namanya sekolah, apalagi adanya sekolah gratis maka menjadikan sekolah merasa kesulitan memenej anggaran. “Memang kami sudah dibekali bagaimana menyiasati laporan pertanggujawaban, tetapi kalau kami arus ‘bermain-main’ terus juga repot mas,” ungkapnya.
‘WARTAWAN’ COBA PERAS PDAM MEJASEM
Di tempat dan waktu terpisah, pegawai PDAM sebut saja Rudi menyampaikan bahwa beberapa kali PDAM Kantor Mejasem menjadi sasaran percobaan ‘pemerasan’ dari oknum yang mengaku dari pers.
“Ada yang berusaha menyampaikan bahwa daerah ini macet, padahal kami sendiri baru saja mengecek daerah tersebut dan tidak ada masalah, “ demikian ungkap Rudi. Lebih lanjut Rudi juga menyampaikan kalau hal itu sering terjadi terutama menjelang lebaran.
“Pernah, kami mendapat laporan dari orang yang mengaku wartawan bahwa disalah satu rumah di daerah perumnas ada yang tidak mengalir, padahal daerah tersebut tidak ada masalah, akhirnya kami ke sana, memang tidak mengalir, tetapi setelah kami buka ternyata ada batunya, “ jelas Rudi. Lebih lanjut Rudi menerangkan kalau batu tersebut kelihatan baru dimasukkan, dan saat kami selesai dari rumah tersebut, wartawannya sudah pergi. ”Menyebalkan sekali praktek-praktek seperti itu,” pungkas Rudi dengan kesal. (rif).








