LEK-LEKAN ALA KMSWT

E-mail Print PDF
LEK-LEKAN KMSWTTegal - Umumnya “lek-lekan” dilakukan pada setiap ada hajatan baik sunatan maupun mantenan. Kegiatan yang dilakukan pada hajatan ini biasanya diisi dengan mengerjakan dekorasi atau mendampingi para ibu selama memasak atau bahkan hanya diisi dengan main kartu remi atau domino. Tapi kali ini lek-lekan yang diselenggarakan oleh KMSWT (Kelompok Musik Sastra Warung Tegal) yang dikomandani oleh Nurngudiono atau biasa disapa Abah ini menghadirkan seorang anggota dewan yaitu Ir. Teguh Juwarno, M.Si. Selain sebagai wakil ketua Komisi II DPR-RI, wakil sekretaris DPP PAN juga mantan staf khusus Mendiknas, Mas TJ(begitu biasa disapa teman-temannya) pun awalnya sebagai wartawan Tempo dan penyiar RCTI. Sehingga tidak mengherankan apabila acara “lek-lekan” yang bertempat di lesehan Mangga Dua belakang kantor Dolog dihadiri oleh mas TJ karena komunitas ini juga beranggotakan para jurnalis yang juga penggiat seni di Kota Tegal. Apalagi salah satu dedengkot kesenian di Tegal adalah Yono Daryono yang juga sebagai kontributor RCTI. Acara diawali dengan mendendangkan lagu-lagu tegalan disusul dengan pembacaan puisi oleh Bontot Sukandar, Dwi Eri santoso, Entieh Mudzakir, Diah Setyowati dan Moh. Iqbal.

Sebelum sesi dialog mas TJ yang dikawal oleh Nurhidayat Poso dan Moh. Iqbal menyampaikan perlu adanya icon budaya di Kota Tegal, mengingat Tegal telah menjadi sentra budaya sejak tahun lima puluhan. Sehingga dengan adanya icon budaya yang digelar setiap tahun tersebut Tegal akan menjadi daya tarik bagi kota-kota di Jawa pada umumnya dan di Jawa Tengah pada khususnya. Bahkan Nurhidayat memberikan contoh bagaimana Jember dapat menggelar Karnaval Fashion yang mirip dengan even besar di Negara Brazil. “Ini tantangan buat para penggiat seni di Tegal” kata TJ sembari memberikan contoh saat dirinya studi di sebuah kepulauan kecil di Jepang yang mempunyai acara budaya tahunan. Bahkan acara yang digelar hanya tarian yang biasa-biasa saja tak terlihat hal yang istimewa. Namun dari kegiatan tersebut menjadikan pulau kecil dijadikan tujuan wisata bagi warga seluruh Jepang bahkan tidak sedikit pengunjung dari Negara tetangga. Selain menonjolkan sisi seni dan budaya tapi juga punya side effect yang tidak kalah pentingnya yaitu dalam sector ekonomi. Penduduk setempat dapat menjajakan produk-produk rumahan sebagai souvenir yang bernilai tinggi.

Sekarang tinggal bagaimana para pentolan seni budaya yang ada di Tegal menggagas suatu event tahunan seperti yang dilontarkan mas TJ.

Mungkin bisa saja dengan menggelar Festival Budaya Tegal atau Parade Seni Tegalan yang mengambil momen hari besar Islam atau yang lebih universal momen hari jadi Kota Tegal. PR besar ini kalau dikerjakan dengan semangat kebersamaan dalam wadah formal seperti DKT (Dewan Kesenian Tegal) yang dinahkodai Nurngudiono akan dapat terwujud. Monggo saiyeg saekoproyo.(agta)
 

Bursa Otomotif

Taruna CX Th. 2004
Biru Tua Metalik Original, Harga 98,5 juta (nego)
Hub. Edi Hp. 0815652596, 0283 3328886

Feroza Th. 95
Biru, Harga 53 juta (nego), Hub. Lukman 081548074999

Suzuki Baleno Th. 97
Silver, Plat B, Harga 75 juta (nego)
Hub. Fauzi 085842103999

Escudo JLX Th. 95
Merah Maroon Ori, TV, Sound System, Plat E, Harga 79 juta (nego), Hub. Fauzi Hp. 085842103999

Statistik

Content View Hits : 62998