Wawancara

KADERISASI RANTING SEBAGAI PUSAT PENGKADERAN

KADERISASI RANTING SEBAGAI PUSAT PENGKADERAN

Kaderisasi merupakan kata kunci bagi eksisnya suatu organisasi. Apabila kaderisasi dalam organisasi berjalan dengan baik secara kualitas dan kwantitasnya terpenuhi maka eksistensinya akan terjamin dan tidak akan terjadi pengeroposan dalam tubuh organisasi. Lalu bagaimana dengan kaderisasi yang ada di Muhammadiyah ? Selengkapnya ikuti wawancara WM dengan Fauzi Thoyib selaku Ketua Majelis Pendidikan Kader PDM Kota Tegal.

Bagaimana anda secara umum memandang pengkaderan yang ada di Muhammadiyah ?

Dari tingkat pusat sampai ke ranting secara umum mengalami krisis kader karena tidak adanya wadah pembinaan kader yang secara berjenjang dan kontinyu. Kebanyakan yang jadi pimpinan atau motor organisasi muncul karena seleksi alam, kalau sudah dipandang sekian tahun aktif bisa langsung dijadikan pimpinan tanpa memandang pernah mengikuti pengkaderan atau belum, ini kerap terjadi khusunya ditingkat bawah.

Tetapi bagimana dengan kader yang ditingkat manapun tidak pernah aktif tapi tiba-tiba muncul sebagai kader yang militan ?

Itu biasanya terjadi pada kader pendatang baik karena alasan pernikahan maupun pindah domisili yang sebelumnya pernah aktif di luar kota sehingga kita tidak tau bahwa mereka sebetulnya aktifis Muhammadiyah di kota asalnya atau ketika sedang kuliah.

Bagaimana lembaga pendidikan yang ada di Muhamnmadiyah apakah sudah dapat memenuhi harapan sebagai tempat pengkaderan ?

Kenyataan yang ada seperti di PTM (Perguruan Tinggi Muhammadiyah) hanya dijadikan ajang untuk memperoleh gelar tanpa diarahkan untuk menjadi kader persyarikatan sehingga setelah keluar akan lepas begitu saja. Apalagi ditingkat bawah seperti SMA, SMK, SMP meski didalamnya ada IRM . Di ortom ini juga ada pengkaderan namun hanya sebatas untuk memenuhi kebutuhan yang ada di ortom itu sendiri, jadi tidak dipersiapkan untuk Muhammadiyah secara global dan ini terjadi juga di ortom-ortom lainnya seperdi NA, Pemuda Muhammadiyah dan lainnya.

 

Bukankah disetiap lembaga pendidikan Muhammadiyah dari mulai bawah sampai atas ada kurikulum Kemuhammadiyahan, tetapi melihat hasilnya kurang maksimal apakah kurikulumnya perlu disempurnakan lagi atau bagaimana?

Kurikulum hanya sekedar mentransfer ilmu kemuhammadiyahan saja tetapi tidak dalam bentuk ideologi , keyakinan, dan mathan muhamadiyah. Mereka hanya tahu pendiri muhammadiyah siapa berdiri tahun berapa. Jadi tidak secara mendalam menanamkan ideologi Muhammadiyah. Secara makro dengan adanya Kurikulum kemuhammadiyahan tidak dapat menjawab problematika pengkaderan.

 

Apakah disetiap sekolah punya otoritas untuk berkreasi dalam menanamkan ideologi Muham-madiyah melalui kurikulum Kemuhamadiyahan ?

Tergantung kebijakan kepala sekolah dan kreatifitas guru, Insya Allah ini bisa dilakukan dengan tetap tidak merubah pokok-pokok baku yang ada di dalam kurikulum tersebut karena memang sudah ditentukan dari PP Muhammadiyah dan ini bisa dilakukan dengan penyesuaian serta kebutuhan daerah setempat. Bila perlu diadakan simulasi muktamar muhammadiyah agar siswa mengetahui harus bagaimana apabila kelak menjadi kader yang siap memimpin di Muhammadiyah.

Kedepan Majelis Pendidikan Kader apakah masih akan bekerja sama dengan Majelis Dikdasmen untuk membuat sekolah menjadi pusat pengkaderan ?

Masih dan harus bahkan dengan seluruh majelis dan lembaga yang ada di PDM harus punya koordinasi dengan Majelis Pendidikan Kader dalam bentuk membuat suatu program yang menyangkut masalah pengkaderan dengan kepanitiaan gabungan lintas majelis dan lembaga. Hingga tidak monoton majelis dan lembaga melaksanakan programnya sendiri.

Anda sendiri yang sebelumnya pernah menjadi ketua Pemuda Muhammadiyahdan sekarang menjadi pegurus PDM, apakah ini merupakan salah satu bentuk pengkaderan yang berhasil ?

Kalau saya memang memposisikan diri dari awal, selepas menjadi ketua PDPM saya menjadi ketua PRM dan semestinya setelah itu saya masuk di PCM tetapi karena di PCM sudah ada orang lain kemudian saya diminta untuk di PDM kebetulan teman-teman juga mendukung.

Apakah mungkin pada suatu ketika kedudukan seseorang di Muhammadiyah dijadikan posisi strategis dan politis untuk mencapai suatu keinginan diluar kepentingan Muhammadiyah?

Apabila itu terjadi berarti interes-nya sudah lain dan hanya kepentingan pribadi atau finansial yang dikedepankan. Muhammadiyah harus membentengi diri dari kepentingan-kepentingan yang semacam itu dan tidak boleh dibiarkan hal ini terjadi. Islam itu tidak mengajarkan yang demikian. Dalam Islam diajarkan jangan mencari jabatan tapi jangan menolak kalau ditawari jabatan apabila dipandang mampu mengembannya.

Dulu ranting hanya dipandang sebelah mata oleh level yang di atas, sekarang justru lebih diperhatikan kenapa sikap tersebut baru dilakukan sekarang, apakah ini dipicu oleh banyaknya kader Muhammadiyah yang keluar dari rumahnya sendiri?

Mungkin karena perkembangan yang ada, PP Muhammadiyah menganggap ranting sebagai pangkal kegiatan Muhammadiyah sehingga selain dijadikan sebagai pusat pengkaderan juga diharapkan seluruh informasi dari PP akan sampai ketingkat ranting . Dalam hal pengkaderan ranting merupakan faktor jenjang kepemimpinan yang strategis. Paling mudah dilakukan koordinasi karena wilayahnya yang terbatas dan aktifitas ranting harus ditingkatkan, ranting juga menjadi basis anggota. Kemudian penyebab lain karena sekarang ada fihak-fihak diluar Muhammadiyah yang menawarkan sesuatu yang lebih ketimbang yang ada di Muhammadiyah. Ini sudah menjadi rahasia umum, mungkin mereka memandang organisasi mereka lebih bergerak cepat secara kasat mata ketimbang Muhammadiyah.

Pola kegiatan dan pembinaan apa yang seharusnya dilakukan sehingga kader Muhammadiyah tidak lari ?

Sebetulnya kalau Majelis dan lembaga yang ada di Muhammadiyah diberdayakan secara maksimal itu akan dapat menarik simpati para pemuda. Lembaga Seni dan Budaya seharusnya juga dapat membikin acara atau kegiatan yang mampu menarik minat para pemuda untuk bergabung di Muhammadiyah melalui acara-acara yang dikemas sesuai selera mereka dengan tetap menjaga kaidah-kaidah Islam. Baitul Arqom-pun yang diselenggarakan oleh Majelis Pendidikan Kadera sebetulnya merupakan acara yang sangat menarik karena didalamnya ada acara Out Bond yang juga melatih keterampilan.

Acara Baitul Arqom yang barusan dilakukan oleh Majelis Pendidikan Kader sepertinya mengalami kesulitan dalam hal peserta, bagaimana anda mensikapi kenyataan ini ?

Acara ini memang dilakukan sebagai uji coba dan pluralitas yang ada di AUM pendidikan juga beragam akibat dari pola rekrutmen yang keliru. Banyak peserta yang sama sekali tidak tahu tentang Muhammadiyah atau bahkan diindikasikan bukan warga Muhammadiyah, hanya karena mendapat tugas dari kepala sekolah sehinggadiikutkan. Target kami pesertanya adalah kepala dan wakil kepala sekolah dengan maksud dapat mengurangi faktor guru yang menjadi salah satu penyebab kurang berhasilnya pengkaderan di sekolah. Namun secara keseluruhan acara tersebut boleh dikatakan berhasil dengan target materi yang terpenuhi meskipun hasil akhirnya yaitu perubahan sikap peserta setelah mengikuti acara ini belum dapat dilihat sekarang.

Padahal banyak juga kader dan aktifis Muhammadiyah yang berpotensi tapi tidak mengetahui adanya kebutuhan guru. Mengapa tidak diumumkan secara terbuka saja ke PRM dan PCM ?

Ini bisa dilakukan tapi Majlis Dikdasmen harus berpikir dua kali sebab bagi kader yang punya kemampuan mengajar pasti akan mempertanyakan mengenai kesejahteraan yang bakal diterimanya. Mohon maaf, di Muhammadiyah sampai sekarang masih belum bisa standar dengan UMR dalam memberikan imbalan sehingga justru kurang peminat sedangkan kebutuhan guru disekolah sudah mendesak. Jadi ya, siapapun yang mampu dan maulah yang masuk. Ke depan mestinya harus lebih diperhatikan kesejahteraan guru dan karyawan yang ada dilingkungan Muhammadiyah minimal sesuai dengan standar UMR. (Zan/Luk)

 
  • «
  •  Start 
  •  Prev 
  •  1 
  •  2 
  •  3 
  •  4 
  •  Next 
  •  End 
  • »
Page 1 of 4

Bursa Otomotif

Taruna CX Th. 2004
Biru Tua Metalik Original, Harga 98,5 juta (nego)
Hub. Edi Hp. 0815652596, 0283 3328886

Feroza Th. 95
Biru, Harga 53 juta (nego), Hub. Lukman 081548074999

Suzuki Baleno Th. 97
Silver, Plat B, Harga 75 juta (nego)
Hub. Fauzi 085842103999

Escudo JLX Th. 95
Merah Maroon Ori, TV, Sound System, Plat E, Harga 79 juta (nego), Hub. Fauzi Hp. 085842103999

Statistik

Content View Hits : 62842