ketika rindu berdentang
pohon kering di sebelah warung
daun-daunnya kotor berulat
sudah lama,
hidup enggan, matipun tak mau
dahulu buahnya ranum
merah dan manis tak berbiji
pohon jambu air di sebelah warung
tiba-tiba berbuah kembali
bukan hanya jambu buahnya
tapi ada buah rambutan,
buah sawo yang matang
semua segar membawa selera
pohon rambutan tak jauh
pohon sawopun memang dekat
namun,
mengapa buahnya jadi satu dengan jambu air ?
Entah,
mimpi memang selalu berupa misteri
tak ubah dengan kedatanganmu
bersama dengan saudaramu
tampak dibalik cantik wajahmu
dibalik manis senyummu
dibalik sinar matamu
tergambar keputusasaan
dikeremangan sebuah kamar
kita hanya berdua
bercakap dengan bahasa tubuh
banyak sekali yang kau ceritakan
dengan gairah yang bergolak
kobaran birahi memanggangmu
hingga akupun lupa diri
dan nafas kita bersatu,
keringat bersimbah melimpah
semua tlah kau berikan
aku tertegun,
diantara nafas yang mulai teratur
badai dan gelombang telah kulewati
lembah dan bukit
tlah kudaki sampai puncak
kau hanya diam terpaku
sementara di sisi kedua matamu
mengalir butir air bening
entah apa maknanya ?
semua berlalu begitu saja
buah jambu
buah rambutan
buah sawo
dan buahmu
sama-sama ranum
jablud
Tangerang 14.02.03






