110 Tahun Muhammadiyah untuk Islam Berkemajuan – Info Tegal | Tegal Info

110 Tahun Muhammadiyah untuk Islam Berkemajuan –  Info Tegal | Tegal Info

menulis Hal itu terjadi saat para delegasi Muhammadiyah dari seluruh Indonesia mengikuti Solo Muktamar Muhammadiyah 48. Kongres akan berlangsung dari 18 hingga 20 November 2022. Kongres ini juga dikenang selama 110 tahun. milad Muhammadiyah pada tanggal 18 November 1812.

Seperti biasa, di antara sekian banyak nonton bareng, pemilihan presiden baru selalu menarik perhatian para muktamirin dan orang-orang di luar Muhammadiyah. Atraksi ini antara lain disampaikan oleh Amien Rais, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Muhadjir Effendy, dan mantan Ketua Dewan Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah Din Syamsuddin.

Amien yang juga Ketua Umum Muhammadiyah mengingatkan agar calon presiden baru tidak boleh menjadi orang yang sering keluar masuk istana presiden. Amanat Amien mengandung arti bahwa pemimpin Muhammadiyah yang diinginkan adalah seseorang yang tetap dapat menjaga keutuhan dan kemandirian organisasinya.

Hampir senada dengan Amien, Din Syamsuddin juga berharap agar ketua umum Muhammadiyah adalah kader Muhammadiyah sejati yang dapat mengabdi dengan penuh integritas, intelektualitas, kemandirian, dan waktu dengan sungguh-sungguh. “Jangan memilih mereka yang hanya membangun jabatan dan sudah sibuk di luar,” kata Din seraya menyebut Ketua Umum Haedar Nashir dan Sekjen Abdul Mu’ti sebagai tokoh intelektual-ulama penerus organisasi pada masanya.

Muhadjir yang merupakan mantan rektor Universitas Muhammadiyah Malang ini juga berharap duet Haedar dan Mu’ti tetap terjaga. Pasalnya, dengan bimbingan keduanya, Muhammadiyah mampu bertahan di tengah pandemi Covid-19, berkembang pesat, dan internasionalisasi massa ini dilakukan dengan baik.

Muhadjir tidak merinci program internasionalisasi apa yang dilakukan pemerintahan Haedar. Namun, saya mendengar dari masyarakat Indonesia bahwa ada banyak rencana untuk menyebarkan lembaga Muhammadiyah.

Di antaranya, pembelian lahan seluas 7 hektar di Victoria, Australia, untuk diubah menjadi Muhammadiyah College of Australia (MAC). Proyek selanjutnya Universitas Muhammadiyah di Seoul, Korea Selatan, dan Pengurus Wilayah Timur Muhammadiyah (PWM) Jawa akan membeli sebuah gereja di Madrid, Spanyol seluas 3000 meter persegi seharga 3 juta koin atau Rp. 45 miliar

Sistem Seleksi Berjenjang

Tentu saja pihak-pihak yang bermitra dengan Muhammadiyah, terutama tokoh-tokoh internalnya berhak menyampaikan harapannya terhadap kepemimpinan ormas ini ke depan. Hanya karena perhatian dan keinginan Muhammadiyah terus bergerak memajukan Islam, tidak hanya di Indonesia, tetapi juga dalam skala global.

Namun, sistem pemilu PP Muhammadiyah yang sudah menjadi tradisi panjang tidak hanya mendapat pengaruh dari luar, tetapi juga dari pimpinannya sendiri. Sistem ini steril dari campur tangan pihak luar secara langsung, karena terikat oleh alam dan menggunakan prinsip musyawarah untuk mufakat. Sifatnya berjenjang dengan sistem perwakilan yang dimodifikasi Ahlul Halli tembok Aqd (AHWA).

Istilah lain untuk dinding ahlul hall aqdi ini ahlul ikhtiya (Al-Mawardi); ahlul syaukah (Ibn Taimiyah); ahlul syura, ahlul ijma’atau ahlul ijtihad. Arti dinding ahlul hall aqdi dia yang kewenangannya adalah untuk memutuskan dan mendefinisikan sesuatu untuk orang-orang. AHWA merupakan organisasi perwakilan yang menampung dan menyalurkan aspirasi masyarakat.

Dengan sistem AHWA ini, calon anggota PP Muhammadiyah yang diusulkan oleh tingkat kepengurusan daerah dan daerah dalam Sidang Tanwir mencakup 39 nama. Keputusan Tanwir dibuat sebelum rapat. Oleh karena itu diusulkan agar 39 nama dalam forum Kongres tersebut dipilih oleh peserta MPR menjadi 13 nama atau sepertiga dari 39 nama dengan suara terbanyak. Akhirnya 13 anggota PP mengadakan rapat untuk menentukan ketua umum di antara mereka.

Sistem dan mekanisme pemilihan PP Muhammadiyah terbukti memiliki banyak keunggulan. Selain mempersulit pihak luar untuk mengintervensi dan memiliki legitimasi yang kuat, proses pemilihan sangat populer karena nama-nama calon diajukan dari bawah. Jajaran struktur dewan mewakili peran anggota. Ketua umum ditetapkan secara musyawarah di antara 13 anggota PP. Perangkat ini, mengadopsi dari cara Khalifah Umar bin Khattab, menunjuk enam tokoh senior untuk memilih penggantinya.

Sistem AHWA juga dirancang untuk diterapkan dalam pemilihan PBNU Rais Aam Muktamar NU ke-33 tahun 2015 di Jombang yang mengusung tema Islam Nusantara. Namun, perdebatan panas dan alot antara pendukung AHWA dan lawannya justru membuat aksi ricuh, hingga Rais Aam KH Mustofa Bisri (Gus Mus) berteriak. Saat itu Gus Mus digantikan oleh KH Sahal Mahfud yang meninggal dunia.

Kegagalan penerapan AHWA dalam mekanisme pemilihan Rais Aam PBNU ini terutama disebabkan persiapan yang matang jauh-jauh hari. Kebijakan ini harus disepakati dan ditetapkan dalam forum sebelumnya di luar rapat. Tidak mudah untuk memahami dan membangun sistem politik baru di kursi mekanisme pemilu.

Islamisasi Indonesia dan Dunia

Muhammadiyah dan NU adalah dua ormas Islam terbesar di Indonesia, bahkan di dunia. Muhammadiyah kini diperkirakan memiliki 23 juta anggota, sedangkan NU memiliki sekitar 80 juta anggota. Dengan lebih dari 100 juta anggota yang memiliki ribuan lembaga sosial ekonomi di bawahnya, kedua ormas ini menjadi sangat penting bagi Indonesia dan dunia. Keduanya merambah ke berbagai wilayah dunia.

Dasar adhesi NU ada di Jawa (Jawa sentris), sedangkan Muhammadiyah menyebar selain dari Jawa juga ke Sumatera, Kalimantan dan daerah lainnya. NU mempertahankan tradisi lama dan menerima tradisi baru yang lebih baik, Muhammadiyah memurnikan akidah dan memajukan Amma. Pendiri Muhammadiyah KH Ahmad Dahlan dan pendiri NU KH Hasyim Asy’ari sama-sama berusaha untuk memajukan pendidikan umat, namun caranya sangat berbeda.

Menurut catatan modern, Muhammadiyah sekarang adalah organisasi Islam terkaya di Indonesia. Nilai aset mereka mencapai Rp 400 triliun dan dana kas serikat yang disimpan di beberapa bank syariah sekitar Rp 15 triliun.

Aset Muhammadiyah terdiri dari 4.623 TK/TPQ, 2.604 SD/MI, 1.772 SMP/MTs, 1.143 SMA/MA/SMK, 172 perguruan tinggi dan 340 pesantren, terdapat 400 rumah sakit umum dan rumah bersalin Muhammadiyah atau Aisyiyah. bahwa masih banyak lagi puskesmas ibu dan anak, puskesmas, puskesmas, dan apotek yang tersebar di seluruh tanah air.

Dengan banyak kekayaan dan barang, Muhammadiyah di trek dengan tema “Islam yang berkemajuan” untuk Indonesia dan dunia. Tema kompetisi masa depan juga diperkuat dengan kualitas sumber daya manusia dan lanskap internasional yang lebih luas. Internasionalisasi “Islam yang berkemajuan” juga bisa dibaca untuk Islamisasi dunia sebagai kelanjutan dari Islamisasi Jawa di masa-masa awal, sebagai kesimpulan dari usulan Muhammadiyah Mitsuo Nakamura.

Menurut Nakamura (1976), gagasan fundamental Muhammadiyah tidak hanya menjadikan Islamisasi Jawa sebagai proses yang berkesinambungan, tetapi juga mewujudkan gerakan pembaharuan Islam ini. dakwahyaitu transformasi tradisi Islam di Jawa menjadi transformasi Islam modern. Artinya, semangat pembaharuan Muhammad Abduh ditangkap oleh Kiai Ahmad Dahlan untuk kemudian diinternasionalkan kembali menjadi gerakan reformis Islam global.

Oleh karena itu, seluruh anggota Muhammadiyah yang kini memasuki abad kebersatuan ditantang untuk berpartisipasi dalam memecahkan persoalan-persoalan global. Tentu saja itu perlu upgrade kualitas anggotanya dan kualitas lembaganya sesuai dengan standar internasional. Menurut ungkapan “Berpikir global, bertindak lokal”Muhammadiyah di masa depan adalah Muhammadiyah dari Indonesia untuk dunia.

Zaini Bisriwartawan senior dan dosen di Universitas Pancasakti Tegal.

Baca juga : Berita Tegal