Ganjar Minta Penderita HIV/AIDS yang Merasakan Indikasi Gejala Tidak Takut Melapor – Panturapost.com | Tegal Info

Ganjar Minta Penderita HIV/AIDS yang Merasakan Indikasi Gejala Tidak Takut Melapor – Panturapost.com | Tegal Info

BANYUMAS – Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengimbau orang yang hidup dengan HIV/AIDS (ODHA) atau yang merasa tidak takut untuk melaporkan gejalanya. Memastikan bahwa informasi pasien terpelihara dengan baik.

“Ada komunitas, banyak komunitas peduli. Pilih yang paling aman. Tapi kalau kita mau lapor ke pemerintah lebih baik karena insya Allah kita juga bisa menjaga informasinya agar tidak tersebar dan bisa kita lindungi,” kata Ganjar, Jumat (2/9/ 2022). ).

Ganjar khawatir situasi ini akan berlanjut jika semakin banyak ODHA yang enggan atau masih takut untuk melaporkannya. Padahal, salah satu langkahnya adalah mengurangi penularan atau risiko kematian akibat penyakit ini dengan merawat pasiennya.

“Ini memang konsekuensi, karena jumlahnya tidak bisa ditambah, karena banyak yang tidak mau melapor. Jadi jika ada indikasi, segera laporkan agar bisa segera kita tangani,” ujarnya.

Pemerintah Provinsi Jawa Tengah melalui Dinas Kesehatan juga terus memantau perkembangan kasus ODHA. Dalam hal ini juga melibatkan masyarakat atau pemerhati yang memiliki tanggung jawab dan kepedulian di bidang tersebut. Ini termasuk pendidikan publik.

“Kami membutuhkan mereka yang memiliki masalah, mereka peduli, mereka memiliki pekerjaan di sana, mereka benar-benar memiliki monitor. Kami minta pihak rumah sakit untuk memantau, kami minta aktor untuk memantau. Pak Wagub juga memiliki kantor khusus yang menyertainya dan juga sering berkunjung. Jadi pendidikan kita harus terus menerus dan kemudian kita tidak boleh berhenti memantau,” jelas Ganjar.

Berdasarkan data Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah, pada Januari-Juni 2022 ditemukan 1.468 pasien HIV baru di wilayahnya pada Januari-Juni 2022. Dari kasus HIV baru yang ditemukan di Jawa Tengah, terbanyak atau tertinggi berada di Semarang. . Kota, Kabupaten Grobogan, dan Blora. Kota Semarang 181 kasus, Kabupaten Grobogan 123 kasus, Kabupaten Blora 87 kasus, Kabupaten Demak 67 kasus.

Tingginya kasus HIV baru di Jawa Tengah sebenarnya menunjukkan bahwa masyarakat semakin sadar akan kesehatan dan risiko penyakitnya. Hal ini dibuktikan dengan semakin banyaknya warga yang mengikuti Voluntary Counseling (VCT) atau tes HIV/AIDS hingga banyak yang terdeteksi.

Tidak hanya itu, puskesmas perorangan di kabupaten/kota di Jawa Tengah juga melayani masyarakat atau orang dengan HIV/AIDS (ODHA). Kombinasi obat anti retroviral (ARV).

Sedangkan terkait penyebab penularan HIV di Jawa Tengah berasal dari berbagai faktor. Seperti hubungan seksual sesama jenis homoseksual sekitar 10,8 persen, pasangan heteroseksual 82 persen, nifas (perinatal) 3,14 persen, penggunaan narkoba suntikan 2,49 persen dan transfusi darah 0,12 persen.

Baca juga : Berita Tegal