Komisi IV DPR Soroti Kondisi Nelayan dan Pelabuhan di Tegal, Pemkot Sampaikan 4 Hal – Panturapost.com | Tegal Info

Komisi IV DPR Soroti Kondisi Nelayan dan Pelabuhan di Tegal, Pemkot Sampaikan 4 Hal – Panturapost.com | Tegal Info

ATAP – Komisi 4 DPR RI bersama Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mengunjungi Pelabuhan Perikanan Ikan Tegalsari, Kota Tegal, Jawa Tengah, Jumat (2/9/2022).

Kunjungan tersebut dipimpin oleh Wakil Ketua Komisi 4 Anggia Erma Rini, Dirjen Penangkapan Ikan KKP Muhammad Zaini, dan Dirjen PSDKP, Panglima Audi TNI Adin Nurawaludin.

Dirjen KKP Perikanan, Muhammad Zaini melakukan kunjungan kerja untuk bersama-sama mencari kajian dan permasalahan terkait perikanan laut di kota Tegal.

“Saya berharap aspirasi ini bisa kita selesaikan secepatnya, kalau bisa melakukan apa yang menjadi kewenangan KKP, tentunya kita sudah lebih sering bersosialisasi,” kata Zaini.

“Dan Kota Tegal akan melakukan semua program yang akan kita lakukan di KKP, baik terkait perizinan maupun program baru,” kata Zaini.

Dirjen PSDKP, Panglima Audi TNI Adin Nurawalaudin mengatakan aturan itu hanya di sekitar DPI (Area Penangkapan Ikan).

“Kami KKP memiliki apa yang disebut pemantauan atau pengawasan kelautan dan perikanan. Kapal-kapal itu memiliki lisensi pusat pemancar VMS. Jadi pergerakan para nelayan terpantau,” katanya.

“Selama aturan ini tidak diubah, kita akan tetap menegakkan aturan apakah itu satu atau dua WPP. Kami mendorong kepatuhan langsung semua pelaku usaha untuk benar-benar mematuhi diskresi yang ada, karena tidak ada pertarungan antara nelayan kecil dan nelayan kecil. nelayan besar di lapangan,” kata Adin.

Ketua Tim, Wakil Presiden Komisi 4 DPR RI, Anggia Erma Rini mengatakan, pihaknya sangat peduli dengan nelayan.

“Saya setuju BBM adalah corong nelayan dan tidak bisa dipisahkan. Kami akan berbicara dengan menteri tentang rencana itu, terutama tentang para nelayan. Kami juga melihat bahan bakar, kapasitas kapal, hal-hal lain yang terkait dengan sedimentasi,” kata Anggia.

Pj Sekda Sri Primawati menjelaskan, pemerintah kota dan warga menunggu rencana pro-nelayan. “Ada empat permasalahan aktual yang dihadapi nelayan di Kota Tegal. Pertama, masalah perizinan kapal tua yang banyak kapal yang tidak bisa melaut,” kata Prima.

Kedua, kapal yang berlabuh juga bergerak melalui area pelabuhan yang sempit dan kapasitas kapal yang berlabuh sudah melebihi kapasitas.

Ketiga, karena solar terkadang masih menjadi kendala bagi nelayan, misalnya peluang solar.

“Keempat, terkait kebijakan penangkapan ikan yang terukur, kami berharap kebijakan ini tidak menimbulkan konflik, artinya tetap menjaga nelayan kecil,” kata Prima.

Editor: Muhammad Abduh

Baca juga : Berita Tegal