Ngobrol Ngalor Ngidul dengan Pemeran Film Sayap Sayap Patah, Ganjar: Mereka Cerita Pendapatan Pajaknya Gede Banget | Tegal Info

Diterbitkan pada 20 Agustus.

SEMARANG – Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo kedatangan tamu istimewa di rumah dinas Puri Gedeh, Gajahmungkur, kota Semarang pada Jumat, 19 Agustus 2022 malam. Inilah para pemeran film “patah sayap”, yakni Nicolas Saputra, Ariel Tatum, dan Agustin Gusti Nugroho atau Nugie.

Tokoh Adjie (Nicolaus Saputra), Nani (Ariel Tatum), dan Sadikin (Nugie) berada di Ganjar sekitar pukul 19.30. Tiga di antaranya sengaja dihadang dari kediaman Ganjar untuk memenuhi undangan khusus Ganjar Pranowo. Tampil menemani ketiga artis tersebut adalah produser “Broken Wings”, yakni Denny Siregar.

“Kemarin pas mau ke premiere katanya gak akan bisa berhenti. Yaudah yuk. Saya mau perkenalkan kuliner Semarang dan saya suka, karena sudah banyak yang makan sebelumnya. Ini, ide, pesan; menurut saya sangat bagus,” kata Ganjar usai menerima rombongan artis papan atas.

Selama kurang lebih dua jam, Ganjar dan keempat tamunya terlibat obrolan panjang sambil menyantap hidangan istimewa. Selain film “Sayap Patah”, perbincangan tentang film Indonesia pada umumnya berkembang.

Melengkapi kembalinya perfilman Indonesia dua tahun setelah dilanda pandemi.

“Pertama, film-film itu kemudian dilahirkan kembali, berita bangsa dan kemanusiaan ada di sana, kemudian industrinya berjalan kembali sehingga kami berharap film ini akan dibangkitkan di Indonesia. Kedua, kebetulan membuat ide lain untuk film. Prestasi yang luar biasa. dan beberapa hal menarik terjadi,” jelasnya.

Saat malam berlalu, obrolan itu pecah. Mereka bebas dengan Ganjar Pranowo tentang karir pribadinya dan jumlah pendapatan artis. Kemudian dia melanjutkan berbicara tentang berbagai hal di luar layar seperti hobi dan sebagainya.

“Kebetulan artis ini luar biasa, mereka bilang pendapatannya besar sekali. Konon katanya. Lalu ternyata Ariel Tatum keponakan Murry Koes Plus dan baru ketemu kita. Lalu kita ngobrol kemana-mana, lebih banyak di .suasana persaudaraan,” kata Ganjar.

Sambil menikmati makan malam, Nicolaus bercerita tentang Gandul Nasi dan neneknya yang berasal dari Grabag, Kutoarjo, Purworejo. Dia mengatakan kepada saya bahwa sebagai seorang anak dia sering membawa pulang neneknya ke Grabag County.

“Nenek saya asli dari Kutoarjo (Purworejo), kakek saya Kebumen. Waktu saya kecil, kakek saya dulu pulang ke Grabag, Kutoarjo. Saya juga punya kakak laki-laki yang rumahnya dekat Stasiun Kutoarjo, yaitu adik nenek saya. Rumah (kakak nenek) gerobak terus naik ke Grabag, “kata Nicholas Ganjar bingung, yang ibu dan ayahnya juga berasal dari Kutoarjo.

Nugie mengatakan malam itu adalah percakapan keluarga pertamanya dengan Ganjar Pranowo. Bahkan Ganjar menjadi satu-satunya politisi yang menanggapi pesan langsung (DM) darinya.

Ia melihat Ganjar Pranowo seperti pria yang hangat, cair, dan mudah diajak bicara tanpa ada kecenderungan. Bahkan Nugie dengan jujur ​​mengakui bahwa Ganjar adalah sosok yang juga memiliki jiwa seniman.

“Kami hanya orang. Kami berbicara tentang film, sepeda, makanan, kami tidak berbicara tentang politik. Dia mengatakan setelah dua tahun tidak melihat film (di bioskop), ini adalah pertama kalinya kami melihatnya. sampai akhir.” kita juga Artisnya juga,” ujarnya lagi.

Di tengah obrolan, Nugie sempat mengumumkan bahwa anaknya yang kini duduk di bangku kelas 1 SMA itu sangat mengidolakan Ganjar Pranowo. Setelah mendengar cerita tersebut, Ganjar kemudian mengajak Nugie untuk memanggil anaknya Arka.

Ganjar juga sempat menyapa langsung melalui tautan video call. “Sebelumnya saya lihat ada telepon dengan anak saya. Anak saya fans Pak Ganjar, walaupun masih kelas satu SMA, jadi kalau mau nanti tidak bisa, tapi dia sudah nge-fans.”

“Sama halnya dengan anak laki-laki kelas enam SD. Meski begitu, sosok itu bisa didapat dari media sosial dan lain-lain. Saya diberi kesempatan untuk berbincang dengan anak saya,” kata Nugie.

Selain itu, Nugie juga terkesan dengan wawasan Ganjar Pranowo, terutama ketika berbicara tentang sepeda. Nugie melihat Ganjar benar-benar pria yang mencoba sepeda, bukan hanya imajinasi.

Hal ini dapat dilihat dari sejarah yang berhubungan dengan sepeda. “Mengerikan. Dia pikir dia sudah menjadi atlet ketika dia naik sepeda dengan cepat, dan dia bahkan punya waktu untuk melihat tanda pena.”

“Menurut saya jelas apa yang terjadi. Terbukti kalau bicara motor kidal, hampir kalau dibayang-bayangi, ini enggak. Memang sih kalau bicara motor dari AZ, pasti dikenang. untuk semuanya,” pungkas Nugie. (zul/rtc)

Baca juga:

  • Pindahkan 20 Prajurit Dari Sambo Control, IPW Chapter: Brimob Sampai Tidak Mau Bersaing.

  • Friendhsip Run Borobudur Marathon 2022, Ganjar Run Bersama Iron Man ke Werkudara.


Baca juga : Berita Tegal