Pemprov Jateng dan Forum Keluarga Flobamora Akan Gelar Panggung Nusantara – Panturapost.com | Tegal Info

Pemprov Jateng dan Forum Keluarga Flobamora Akan Gelar Panggung Nusantara – Panturapost.com | Tegal Info

SEMARANG – Forum Keluarga Flobamora (FKF) dan Pemprov Jateng akan berkolaborasi menggelar Panggung Nusantara. Rencana ini digagas Gubernur Ganjar Pranowo saat menerima kepengurusan FKF NTT Jateng di rumah dinasnya, Kamis (1/9).

Presiden FKF NTT Jawa Tengah Albertus Kowe mengatakan usai audiensi dengan Ganjar, Indonesia khususnya NTT memiliki budaya yang berbeda. Oleh karena itu, kegiatan budaya dapat dikenalkan kepada masyarakat.

“Acara kita akan memberi tanda pada budaya, karena kita tahu bahwa kita berbeda dan memiliki puluhan jenis budaya, terutama di NTT,” katanya.

Berto, begitu ia akrab disapa, mengaku siap membuat rencana. Berto juga senang Ganjar sangat antusias dengan keberadaan FKF NTT Jawa Tengah.

“Sekarang banyak yang menemani kita ke pasar Flobamora dan dengan rumah Pancasila, nanti kita rencanakan kegiatan budaya dan tidak hanya dari NTT tapi seluruh nusantara,” ujarnya.

Dalam kesempatan ini, Berto Ganjar menyampaikan bahwa FKF NTT Jateng lahir di pasar bagi masyarakat NTT yang sudah lama tinggal atau mereka yang akan merantau ke Jawa Tengah.

“Kami sangat senang, karena ada orang Jawa Tengah yang menghargai perbedaan, menghormati orang luar yang datang dan tinggal di sini, sehingga tidak tertindas,” katanya.

Berto mengatakan, saat ini ada ribuan masyarakat NTT yang berdomisili dan tersebar di seluruh provinsi dan kota di Jawa Tengah.

“Ya ada ribuan, kita masih belum punya data resmi, tapi dari segi wilayah, kota. Artinya sudah mencapai kurang lebih ribuan orang,” ujarnya.

Berto Ganjar juga menyukai Ti’i Langga NTT menggunakan pakaian adat saat bekerja. Berto berharap Ganjar juga bisa memakai pakaian adat NTT lainnya.

Gubernur Ganjar Pranowo mengucapkan terima kasih atas semangat persatuan dan gotong royong yang dilakukan oleh FKF NTT Jawa Tengah. Ke depan, pentas Nusantara bisa menjadi ajang pengenalan budaya, tidak hanya di NTT.

“Nah apa itu kuliner, baru bisa ditampilkan lagunya. Nanti kamu bisa menggunakan rumah perdamaian (gedung). Jadi setiap minggu saya memberikan pertunjukan budaya, saya tidak harus datang, tetapi bisa berhasil, katanya.

Baca juga : Berita Tegal