Saat Usia 5 Bulan Alami Panas dan Kejang, Bocah Tegal Ini Alami Lumpuh Layu – Panturapost.com | Tegal Info

Saat Usia 5 Bulan Alami Panas dan Kejang, Bocah Tegal Ini Alami Lumpuh Layu – Panturapost.com | Tegal Info

ATAP – Zahra Rahmadini (13) di pangkuan ibunya Tasbikha (45), di samping Walikota Dedy Yon Supriyono di kediamannya di RT 01, RW 03, Desa Debong Tengah, Tegal, kota Tegal. Rabu (24/8/2022).

Zahra didiagnosa oleh dokter dengan penyakit tuberkulosis (TB) setelah 5 bulan. Pertumbuhannya lambat. Dia tidak dapat berkomunikasi sepenuhnya dan mengalami kesulitan menggerakkan anggota tubuhnya atau lumpuh.

Dalam kesempatan itu, Dedy Yon mencoba berkomunikasi dengan Zahra dan orang tuanya. Selain memberikan bantuan, makanan dan obat-obatan, Dedy juga berjanji akan memfasilitasi perawatan Zahra di rumah sakit tersebut.

Coram Dedy Yon dan beberapa pejabat yang hadir di Tasbikha menceritakan bahwa anak pertama mereka mengalami kondisi ini setelah berusia 5 bulan. Pengobatan di tengah keterbatasan ekonomi tidak membuahkan hasil yang maksimal.

Dari lima tahun lalu. Sudah dilakukan untuk sementara waktu, tapi begitulah adanya. Jika Anda ingin meninggalkan rumah, Anda memakainya. Harapannya bisa ke rumah sakit untuk berobat,” kata Tasbikha yang mengatakan suaminya Eko Imam (44) bekerja sebagai tukang kayu di Batavia.

Tasbikha mengatakan bahwa pada awalnya Zahra lahir normal seperti bayi normal. Ketika berumur lima bulan, Zahra mengalami batuk dan demam, setelah diperiksa Zahra tidak sembuh-sembuh, dia demam dan kejang-kejang.

Zahra kemudian dirawat di sebuah rumah sakit di kota Tegal. Setelah panas dan serangan itu, Zahra biasanya tidak tumbuh seperti anak-anak lain seusianya. Zahra hampir saja duduk di kursi roda.

Tasbikha mengaku telah mencoba melakukan pengobatan dan pengobatan lain untuk kesembuhan Zahra, namun hasilnya tetap sama.

Mendengar cerita Tasbikha, Dedy memerintahkan Puskesmas memfasilitasi transfer obat ke RS Zahra.

“Nanti kami putuskan, karena keluarga tidak punya kendaraan, maka pemerintah melalui Puskesmas nantinya akan melakukan antar jemput ke rumah sakit untuk berobat, secara wajar,” kata Dedy.

Dedy Yon mengatakan, Zahra harus rutin berobat ke rumah sakit. Walikota memerintahkan instansi terkait untuk memberikan dukungan. Sebagian dikoordinasikan dengan instansi terkait seperti JKN, PKH dan Bantuan Sosial serta harus memberikan obat-obatan yang biasa diperlukan.

Kepala Desa Debong Tengah, Iwan mengatakan, Zahra masuk dalam BPJS. Zahra dan keluarganya menjadi warga Desa Debong Tengah pada tahun 2017 setelah sebelumnya tinggal di Kabupaten Tegal.

Iwan mengatakan, keluarga Zahra sudah mendapat bantuan dari PKH dan KIS. Iwan mengaku setelah satu tahun PKH berhenti mendukung Zahra. Namun, dia berkoordinasi dengan Dinas Sosial Kota Tegal, berusaha mendapatkan bantuan kembali.

Kepala Puskesmas Tegal Selatan dr. Hartono mengatakan, Zahra akan dirujuk ke RS Kardinah untuk menjalani fisioterapi, dengan harapan perkembangannya baik.

“Bisa jadi kalau melihat punggungnya melengkung, mulutnya TBC, itu mungkin. Jadi dulu demam, kejang dan tulang belakang melengkung,” kata Hartono.

Selama menjalani perawatan di RS Kardinah Imam Zahra, belakangan ia mengaku diperiksa dengan sangat hati-hati. “Nanti ada dokter anak, ahli saraf, dan lain-lain, penanganannya disesuaikan dengan keadaan saat ini. Harapannya setelah fisioterapi minimal bisa duduk dan jalan,” pungkas Imam.

Editor: Muhammad Abduh

Baca juga : Berita Tegal